siberinvestigasi.com ~ Kecamatan Bontonompo kabupaten Gowa,
Kecamatan Bontonompo kabupaten Gowa, kembali dilanda keresahan. Hamparan sawah yang sebelumnya menghijau kini berubah memprihatinkan setelah tanaman padi diserang berbagai hama seperti penggerek batang, ulat, hingga tikus.
Serangan yang datang hampir bersamaan itu membuat banyak petani hanya bisa pasrah menyaksikan tanaman mereka menguning sebelum waktunya, bahkan sebagian mulai rebah dan mati perlahan. Para petani hanya gigit jari dikarenakan tak punya tempat mengeluh terkait padi pak tani yang di serang hama dan ppl tidak pernah datang kelokasi walau hanya sebagai penghibur hati ucap seorang petani asal barembeng.
Para petani mengaku serangan hama kali ini jauh lebih parah dibanding musim tanam sebelumnya. Penggerek batang merusak bagian dalam tanaman hingga bulir tak sempat terisi, ulat menggerogoti daun muda, sementara tikus menyerang pada malam hari tanpa ampun. Upaya seadanya yang dilakukan petani, mulai dari memasang jebakan hingga penyemprotan mandiri, belum mampu menghentikan laju kerusakan yang terus meluas dari petak ke petak sawah lainnya.
Kondisi ini membuat ancaman gagal panen semakin nyata di depan mata. Harapan untuk menikmati hasil jerih payah selama berbulan-bulan kini berubah menjadi kecemasan mendalam. Bagi sebagian besar warga, sawah adalah satu-satunya sumber penghidupan. Jika panen gagal, bukan hanya ekonomi keluarga yang terpukul, tetapi juga berdampak pada stabilitas pangan di wilayah tersebut.
Sejumlah petani menyayangkan minimnya pendampingan dari pihak terkait. Mereka berharap UPT dan Dinas Pertanian tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Kehadiran penyuluh pertanian lapangan sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi konkret, mulai dari penanganan cepat hingga langkah pencegahan agar serangan tidak semakin meluas. Petani meminta agar instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Demi menjaga ketahanan pangan daerah, langkah cepat dan nyata sangat dinantikan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan tidak menutup mata atas penderitaan petani di Bontonompo. Jika tidak segera ditangani, ancaman gagal panen musim ini bisa menjadi pukulan berat bagi perekonomian masyarakat dan ketersediaan pangan ke depan. Kini, para petani hanya bisa berharap ada perhatian dan tindakan sebelum semuanya terlambat.
Editor : Arsyad Sijaya


Social Header