siberinvesrigasi.com ~ Takalar ~ Suasana Kantor Pos Takalar mendadak mencekam setelah aksi perampokan brutal terjadi pada malam hari dan membuat warga terhenyak. Korban yang diketahui membawa uang sekitar tiga ratus juta rupiah menjadi sasaran kekejaman pelaku yang ternyata temannya sendiri.
Peristiwa ini bukan hanya mengguncang lingkungan kerja korban, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mendengar kabarnya.
Menurut informasi yang beredar di grup WhatsApp Takalar Info, korban sempat melakukan perlawanan namun justru mendapat serangan sadis. Ia ditusuk menggunakan badik dan dipukul dengan balok hingga tak berdaya.
Warga yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut menyebutkan bahwa kondisi korban sangat memilukan, tergeletak dalam keadaan bersimbah darah sementara pelaku melarikan diri membawa uang yang seharusnya untuk keperluan operasional.
Lebih tragis lagi, kabar yang berkembang di masyarakat menyebut bahwa pelaku sudah mengenal baik korban teman sekantor. Keduanya dikabarkan sering berinteraksi sehingga tak ada sedikit pun kecurigaan sebelumnya. Pengkhianatan itu membuat publik Takalar semakin geram, terlebih cara pelaku menghabisi temannya sendiri dinilai sangat kejam dan tak berperikemanusiaan.
Hingga kini warga terus ramai membicarakan kasus ini di berbagai grup percakapan. Banyak yang mempertanyakan keamanan lingkungan kerja serta berharap pihak kepolisian bergerak cepat mengungkap motif dan keberadaan pelaku. Rasa cemas dan marah bercampur menjadi satu, mengingat nominal uang yang besar dan luka fisik yang dialami korban di larikan ke PKM Pattallassang, selanjutnya Pasien sudah di bawah kerumah sakit padjonga untuk perawatan intensif
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun Kantor Pos Takalar mengenai detail kejadian dan kondisi terbaru korban. Publik hanya berharap kasus ini segera terungkap secara tuntas, pelaku ditangkap, dan korban mendapatkan keadilan yang layak setelah mengalami tragedi yang begitu memilukan. Diharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku.
Editor : Arsyad Sijaya


Social Header